Thailand Akan Akhiri Kekuasaan Militer Pada November 2018

Kekuasaan militer memang memiliki nilai positif dan negatif tergantung dari bagaimana sikap pemerintahannya. Jika mereka bersikap adil, maka rakyat akan merasakan keadilannya dan negara tersebut juga disegani oleh negara lain. Tapi jika mereka mengatur negara dengan tangan bengis, rakyat akan menderita. Namun, terkadang pemerintah berdasarkan militer juga akan berakhir dengan berbagai hal yang mendukung pemerintahan non militer seperti yang terjadi di Thailand.

Berakhir Pada Pemilihan November 2018

Thailand mengatakan bahwa pihaknya tetap pada jalur pemilihan tahun depan dan persaingan terhadap partai-partai politik akan segera mereda, karena tekanan meningkat pada pemerintah militer saat ini untuk mengembalikan larangan kampanye. Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha bulan lalu mengatakan jika pemungutan suara togel online akan diadakan pada bulan November 2018, meskipun para analis khawatir militer akan berusaha untuk mempertahankan kekuasaan. Suvit Maesincee, menteri yang tergabung dalam kantor Prayuth, mengatakan bahwa pekerjaan dasar sedang dilakukan untuk tetap pada rencana.

“Demokrasi atau demokratisasi adalah langkah berikutnya bagi Thailand,” kata Suvit, 56, dalam sebuah wawancara di Bangkok pada 10 November. “Mereka masih bekerja untuk mendukung undang-undang pemilihan, tapi saya pikir semuanya sesuai untuk bulan November.” Rencana untuk pemilihan bulan November memang sudah dipersiapkan dengan sangat matang.

Prayuth melakukan kudeta pada bulan Mei 2014 setelah demonstrasi jalanan berkepanjangan menghancurkan ekonomi dan menekan aktivitas politik. Dia berjanji untuk memulihkan stabilitas. Partai Pheu Thai, dalam sebuah pernyataan pekan lalu mengatakan bahwa pemerintah militer berusaha untuk menunda pemilihan tersebut dengan menunda mengizinkan kembalinya kampanye.

Suvit, seorang penggagas apa yang disebut dengan kebijakan Thailand 4.0 yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi, mengatakan bahwa aktivitas politik akan segera diizinkan, dan menambahkan bahwa partai-partai perlu melepaskan diri dari siklus pemilihan dan kudeta Thailand. Ini membuat partai politik juga harus berani untuk mengambil langkah ke depan.

“Jika kita menemukan cara-cara lama dalam politik, saya tidak berpikir bahwa negara ini bisa melangkah lebih jauh, bisa menjadi bagian dari tingkat persaingan global berikutnya,” kata Suvit. Banyak yang telah berubah di Thailand dalam tiga tahun terakhir dan kebanyakan orang tidak ingin kembali ke “hiper-konflik,” tambahnya.

Pemilihan Bisa Terjadi di Tahun 2019

Pertumbuhan ekonomi Thailand masih tumbuh walau telah mengalami periode yang penuh dengan kerusuhan dan kudeta lebih dari tiga tahun yang lalu. Sehingga kemajuan ekonomi mereka telah mempersempit kesenjangan dengan tetangganya di Asia Tenggara. Namun, rencana untuk pemilu di bulan November 2018 bisa saja mundur karena berbagai hal.

Ya, pemilu bisa jadi lebih mungkin dilakukan pada tahun 2019 karena perbedaan pendapat publik dengan peraturan pemerintah militer, menurut Economist Intelligence Unit. Kebutuhan untuk melengkapi undang-undang yang terkait dengan pemungutan suara, serta masalah keamanan, dapat digunakan untuk membenarkan penundaan, kata EIU dalam sebuah analisis.

Pada tahun-tahun sebelum pengambilalihan tentara, celah dalam masyarakat Thailand memicu bentrokan antara royalis perkotaan dan pendukung pedesaan, yakni mantan pemimpin Thaksin Shinawatra yang diasingkan. Saudari Thaksin, mantan Perdana Menteri dan pemimpin Pheu Thai Yingluck Shinawatra, melarikan diri dari Thailand pada bulan Agustus sebelum dijatuhi hukuman lima tahun penjara dalam kasus kelalaian yang bermotif politik.

Peregangan pemerintahan militer saat ini di Thailand adalah salah satu yang terpanjang sejak tahun 1970an, di sebuah negara yang memiliki sejarah intervensi tentara sejak berakhirnya monarki absolut pada tahun 1932. Namun, bisa jadi dengan pemilu tahun 2018 atau 2019 semua akan kembali normal atau bisa jadi kerusuhan terjadi lagi. Tidak ada yang tahu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *