Mayat Terminal Kampung Rambutan Adalah Pasangan Cinta Sejenis

Sebuah penemuan menggegerkan terjadi di terminal Kampung Rambutan hari Selasa (14/11) sekitar pukul 14.30 WIB. Karena di sudut terminal itu ditemukan mayat yang terbungkus dalam kondisi membusuk dan sudah mengeluarkan bau menyengat. Diketahui bahwa korban adalah seorang pemuda berusia 19 tahun bernama Imam Maulana.

 

Tak butuh waktu lama, Polda Metro Jaya langsung bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Timur, Polres Metro Bekasi Kota dan Polres Banyumas. Hal ini terjadi setelah kepolisian menelusuri identitas korban dan mengetahui namanya. Setelah identitas dikantongi dan mengumpulkan keterangan orang terdekat, terungkap jika korban bekerja di Clean House Laundry, Perumahan Citra Gran di Bekasi. Dan dari situlah korban akhirnya berhasil menangkap tersangka raja poker yang diketahui bernama Badrun pada pukul 22.00 WIB, tujuh jam usai mayat ditemukan.

 

“Pelaku ditangkap saat hendak mengantar cucian. Awalnya dia tidak mengaku melakukan pembunuhan dan menyebut si Imam pergi ke Bandung. Namun kami ada bukti-bukti seperti saksi yang melihat Badrun bersama sopir taksi online menurunkan kantong plastik berisi mayat korban di terminal sampai CCTV. Dari keterangan sopir, Badrun sendiri yang memasukkan mayat Imam ke mobil,” jelas Kompol Ari Cahya Nugraha, Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

 

Mayat Imam Dicampur Cucian Baju Dua Hari Dua Malam

 

Usai ditangkap, Badrun pun mengungkapkan caranya membunuh Imam dan bahwa mereka berdua terlibat asmara sesama jenis. Pembunuhan ini terjadi hari Minggu (12/11) malam, saat pria berusia 43 tahun itu mengetahui jika Imam sudah memiliki pacar seorang perempuan asal Bandung. Terjadi adu mulut dan perkelahian, Badrun menendang kemaluan Imam dan membenturkan kepalanya ke tangga hingga luka dalam di kepala dan tewas.

 

Setelah sudah pasti tewas, Badrun membungkus mayat korban memakai karpet dilapisi plastik tebal dan diikat dengan tali jemuran. Namun rupanya Badrun tak langsung membunuh Imam karena mayat itu disimpan di sudut ruangan bersama cucian baju kotor selama dua hari dua malam. Barulah pada hari Selasa (14/11) dini hari, Badrun memesan taksi online dan membuang mayatnya ke terminal Kampung Rambutan yang diletakkan di samping toilet.

 

Badrun Sempat Berusaha Bunuh Diri

 

Atas aksi kejamnya ini, tersangka dikenai pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan terancam hukuman 20 tahun penjara. Ada sebuah cerita yang tersisa kala kepolisian menangkap Badrun. Di mana usai ditangkap, pelaku mencoba bunuh diri. Hal itu dibenarkan oleh Kombes Nico Afinta, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya dan AKBP Hendy F Kurniawan selaku Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, seperti dilansir Detik.

 

“Iya betul yang bersangkutan mencoba bunuh diri. Dia ngegigit lidahnya sendiri sampai berdarah. Karena takut putus lidahnya, kami borgol tangan tersangka dan giginya kami kasih sendok biar lidahnya nggak digigit,” ungkap Kombes Nico, AKBP Hendy dan Kompol Ari bergantian.

 

AKBP Hendy menambahkan bahwa saat hendak ditangkap, Badrun sempat melakukan perlawanan yang membuatnya polisi terpaksa menembak kedua kakinya supaya tak kabur. Dari pemeriksaan kepolisian, Kombes Argo Yuwono selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya menyebutkan kalau Badrun pernah mendapatkan kekerasan seksual saat dirinya berusia 13 tahun.

 

“Pelaku pernah jadi korban sodomi saat berumur 13 tahun oleh tiga orang tak dikenal di terminal Banjar Patroman, Jawa Barat. Mungkin saja trauma itu yang menyebabkan dia memiliki hubungan sesama jenis,” tambah AKBP Hendy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *