Pesan Di Balik Film Posesif

Selain untuk sarana hiburan dan melepas stress menonton film juga mempunyai manfaat lain salah satunya adalah kita dapat mengambil pelajaran dan pesan moral dari kisah-kisah yang kita saksikan tersebut. Bagaimana pun juga penulis cerita film tersebut pasti terinspirasi oleh kejadian nyata sehingga kita juga dapat turut mengambil hikmah dari tontonan tersebut. Ini juga berlaku pada film Posesif yang dibintangi oleh Adipati Dolken serta aktris pendatang baru berbakat Putri Marino. Berbeda dengan kisah cinta biasa yang kerap terjadi di masa SMA, film ini mengisahkan jalinan percintaan yang cukup rumit antara Yudhis dan Lala. Berbagai masalah  muncul mulai dari kecurigaan yang dangkal antara mereka berdua, konflik batin, hingga terjadinya perseteruan yang mengerikan. Berikut ulasannya.

 

Pesan moral film Posesif

Sedikit banyak film ini memang mengubah persepsi sebagian penonton akan masa percintaan SMA yang seringkali terlihat manis, bahagia, dan ringan. Sinopsis singkatnya, Yudhis dan Lala yang seorang atlet loncat indah bertemu di sekolah  dan saling jatuh cinta hingga memutuskan pacaran. Tetapi Yudhis yang terlihat normal ternyata mempunyai kecenderungan untuk posesif sehingga Lala merasa tidak nyaman dalam hubungan tersebut. Setelah bertengkar hebat, tak jarang Yudhis memohon kepada Lala untuk tidak meninggalkannya sehingga berulangkali Lala mengalami dilema karena hubungan mereka. Sikap posesif Yudhis tersebut ternyata ada hubungannya dengan sang Ibu yang juga melakukan hal yang sama kepada dirinya. Nah, inilah beberapa pesan moral yang bisa menjadi pelajaran saat menonton film Posesif.

 

Cemburu berlebihan justru bisa menghancurkan hubungan

Selalu merasa curiga dan cemburu bukan berarti Anda takut kehilangan pasangan tetapi malah menunjukkan ketidakpercayaan terhadap pasangan. Hal ini justru tidak sehat bagi hubungan. Untuk itu sebaiknya pupuklah rasa percaya dan yakinkan diri bahwa ada komitmen di antara Anda berdua yang menjaga Anda serta pasangan dari tindak pengkhianatan. Bagi mereka yang pernah mengalami trauma ini memang tak mudah tetapi bila pasangan memang serius kepada hubungan Bandar togel sgp tersebut percayalah bahwa ia tak akan berbuat macam-macam.

 

Dukungan terhadap pasangan

Salah satu manfaat dari memiliki pasangan adalah dapat saling mendukung atas minat, hobby, atau pekerjaan yang dilakukan pasangannya asalkan semua itu merupakan hal yang positif. Saat pasangan sedang sibuk cobalah untuk tak mengganggunya dengan tidak menghubungi terus-menerus. Ingatlah bahwa pasangan juga memiliki kesibukan serta kehidupan atau mungkin cita-cita yang ingin dikejar dan membuatnya merasa bahagia. Cobalah meredam rasa rindu Anda agar saat bertemu nanti akan semakin romantis.

 

Menyelesaikan konflik

Tak ada pasangan yang tak terlibat masalah dan cara untuk mengatasinya adalah dengan menghadapinya serta tak lari dari masalah. Menghadapi masalah dengan kepala dingin dan mendiskusikannya adalah jalan yang terbaik dan menunjukkan kedewasaan Anda beserta pasangan. Hanya dengan begitu Anda bisa menemukan kompromi terbaik dan memperoleh solusi atas masalah tersebut.

 

Terlalu menuntut pasangan

Setiap orang tentu memiliki keinginan masing-masing termasuk Anda dan pasangan. Tetapi perbedaan keinginan atau mungkin kepentingan ini jangan sampai menjadi pemicu konflik karena saling menuntut pasangan untuk menuruti keinginan masing-masing. Egois adalah salah satu  penyebab terbanyak berakhirnya sebuah hubungan. Untuk menghindari hal tersebut upayakan agar kedua belah pihak berkomitmen untuk mendapatkan win win solution yang memuaskan keduanya.

 

Berhenti menyalahkan

Walaupun di mata Anda pasangan telah melakukan kesalahan, tetapi semata-mata menyalahkannya tak akan membuat masalah selesai bahkan saat Anda menunjukkan bukti-bukti bahwa ia memang bersalah. Sebelum meledakkan amarah Anda pahami terlebih dahulu untuk mengenali motifnya melakukan semua itu. Ingatlah bahwa ia tumbuh besar dengan latar belakang kebiasaan, perilaku, bahkan kultur yang berbeda dengan Anda.

 

Nah, selamat menonton film Posesif!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *