Puncak Kemacetan Menjelang Natal, Padatnya Tol Cikampek

Tol Cikampek yang mana menjadi salsah satu akses lalu lintas menuju dan juga keluar Jakarta dari dan juga ke kawasan Pantura (pantai utara) dan juga kota-kota lainnya di Jawa Barat terlihat mulai padat merayap pada Jumat (22/12) pagi.

Puncak Kemacetan pada Jumat (22/12)

Pengelola dari tol Cikampek sendiri, PT Jasa Marga (Persero), memperkirakan bahwa Jumat pekan ini bakal menjadi puncak kemacetan di liburan Natal 2017. Pusat informasi Jasa Marga menyebutkan bahwa di pukul 10.00 WIB tadi pagi kepadatan terjadi pada aera Cibatu-Bekasi Barat. Penyebab dari kepadatan tersebut adalah penyempitan pada sekitar lajur proyek tolnya.

Sementara itu, kepadatan lalu lintas terjadi juga di Cikunir, arah ke Cibitung, menjelang Cikarang Utama dan juga Cikarang Pusat. Hal yang sama juga terjadi dan dilaporkan oleh Traffic Management Center Polda Metro Jaya. Pada titik KM 34 arah Cikampek juga terpantau padat merayap. Sebelumnya pada hari Kamis, 21 Desember 2017 kemarin, Corporate Secretary Jasa Marga, Agus Setiawan, menyatakan bahwa peningkatan kendaraan yang paling besar di Cikampek akhir pekan ini bakal terjadi di Gerbang Tol atau GT Cikarang Utama.

Agus pun mengatakan bahwa volume kendaraan yang ada di gerbang tol tersebut bakal bertambah sekitar 32% menjadi sebanyak 103.000 kendaraan. Di hari normal, pasalnya hanya mencapai 78.000 saja. Menurutnya Jasa Marga bakal proyek pembangunan pada ruas Cikampek dan akan dihentikan sementara sampai musim libur Natal selesai.

Seluruh kendaraan berat, selain pengangkut BBM, ternak, dan juga ekspedisi, bakal dilarang melintasi Cikampek juga pada tanggal 22 dan 23 Desember 2017. Serta, pada arus balik tanggal 29 dan 30 Desember juga dilarang melintasi Cikampek. Berdasarkan pada kalkulasi pemandu tol Jasa Marga, perjalanan yang berasal dari Gerbang Kuningan 1 ke Gerbang Cikampek yang jaraknya 98,6 KM diperkirakan menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam. Sedangkan dari gerbang Kuningan 1 ke Gerbang Pasteur yang jauhnya 164 km diperkirakan butuh waktu 5 jam.

Perayaan Natal di Monas

Kemacetan memang masih menjadi kendala utama di Jakarta dan juga sekitarnya. Sampai saat akan musim mudik seperti ini, ruas-ruas jalan di sekitar Jakarta, dari atau ke Jakarta, terkadang macet total. Hal ini sangat mengganggu pemudik. Adanya perayaan Natal yang akan digelar oleh PGI (Persekutuan Gereja-gereja Indonesia) atas tawaran dari pemerintah Jakarta di Monas. Namun seperti yang dikatakan Jeirry Sumampow, Kepala Humas PGI, terjadi pro dan juga kontra di kalangan umat Kristiani sehingga tawaran Bursatogel tersebut ditolak.

Selain itu, ditambahkan oleh Sumampow, Monas juga belakangan ini terkait dengan kegiatan yang memiliki isu politik. “Monas itu, ya, memang oleh ormas-ormas ataupun kalangan tertentu dijadikan sebagai simbol perjuangan politik. Nah, kita nggak mau perayaan-peryaan Natal kita nantinya dipahami dalam rangka perjuangan politik tertentu atau juga ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu,” imbuhnya.

Untuk kali pertamanya, Pemprov DKI Jakarta berinisiatif melakukan perayaan Natal. Sementara itu, perayaan Natal  secara rutin versi pemerintah di tingkat nasional 2017 bakal dilakukan di Pontianak, Kalimantan Barat tepatnya pada tanggal 28 Desember 2017. Monas memang telah beberapa kali dipakai kelompok Muslim tertentu guna menyuarakan pendapat antara lain pada bulan Desember 2016 saat puluhan ribu orang di sana berunjuk rasa menentang Gubernur DKI Jakarta periode itu, Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama yang dituding telah menghina Al-Quran.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *