Kabupaten di Gorontalo Melarang Perayaan Tahun Baru

Perayaan tahun baru memang identik dengan hingar bingar, kembang api bandar togel online dan juga mercon serta terompet. Maka dari itu, pemerintah Kabupaten Bone Bolanggo yang ada di Provinsi Gorontalo melarang hampir seluruh warganya untuk merayakan Tahun Baru. Alasanya karena itu tidak sesuai dengan syariah Islam. Dan masyarakat malahan dihimbau untuk “lebih baik berdoa dan berdzikir” sebagai penggantinya.

Pemerintah setempat mengeluarkan sebuah aturan larangan untuk merayakan tahun baru dan aturan itu resmi dikeluarkan melalui sebuah surat edaran pada hari Rabu (27/12), yang mana memerintahkan seluruh pegawai, mahasiswa dan juga karyawan untuk tidak merayakan kegiatan malam tahun baru yang mana bertentangan dengan syariat Islam.

Rizal A Djunaid selaku Kepala Humas dan juga Proteokler Setda Kabupaten Bone Bolango menyatakan bahwa surat larangan tersebut ditujukan utamanya untuk pemerintah daerah, pemimpin perguruan tinggi, BUMN’BUMD dan juga kantor wilayah kementerian. “Itu suratnya sangat jelas untuk lembaga pemerintahan, untuk kanwil kementrian, untuk kepala SKPD yang mana ada di kabupaten Bone Bolango untuk melarang perayaan tahun baru. Itu nggak ditujukan kepada masyarakat. Kalau masyarakat sendiri sih ya, himbauan aja,” ungkap Rizal dikutip dari BBC Indonesia saat ditemui hari ini, Jumat (29/12).

Secara Eksplisit Juga Bagi Masyarakat

Surat edaran yang memiliki nomor 800/BKPPD/619/XII/2017 itu ditandatangani oleh Sekda Kabupaten Bone Bolango yakni Ishak Ntoma. “Bunyi suratnya itu adalah pelarangan untuk instansi, mahasiswa, dan pegawai untuk tak merayakan kegiatan aktifitas tahun baru,” jelas Rizal lagi.

Meskipun secara eksplisit melarang sebagian besar masyarakat untuk melakukan perayaan malam pergantian tahun, menurut Rizal sendiri dengan adanya surat edaran tersebut maka masyarakat diharapkan bisa menyesuaikan untuk tak merayakan tahun baru dengan menyalakan kembang api. “Biasanya masyarakat diundang untuk perayaannya. Kalau kita punya kegiatan pasti lah melibatkan masyarakat. Otomatis, apabila pemerintah daerah nggak merayakan meskipun tidak ada himbauan secara tertulis berarti otomatis juga masyarakat bisa menyesuaikan. Nggak ada perayaan-perayaan,” ungkapnya lebih lanjut.

Alasan dilarang Perayaan Malam Tahun Baru

Menurutnya, alasan mengapa perayaan malam pergantian tahun baru dilarang karena mayoritas masyarakat Gorontalo adalah Muslim. Perayaan malam tahun baru sendiri dianggap bertentangan dengan prinsip Islam. Oleh sebab itu lah masyarakat di sana dihimbau untuk tak merayakan tahun baru secara berfoya-foya, dengan hingar bingar, kembang api, mercon dan juga terompet. Malahan mereka dihimbau untuk berdoa dan berdzikir.

“Biasanya kita perayaan di Gorontalo itu kan ya, ngga ada kembang api, lebih dominan ke dzikir dan doa,” cetus Rizal lagi.

Salah satu universitas yang mana mempunyai kampus di Bone Bolango adalah Universitas Negeri Gorontalo. Leni, selaku humas dari universitas itu mengatakan bahwa hingga saat ini pihak rektorat belum juga menerima surat edaran itu. akan tetapi secara pribadi, Leni mendukung kebijakan itu. pasalnya, tidak bisa dipungkiri bahwasanya perayaan tahun baru masehi ini dianggapnya bertentangan dengan ajaran Islam yang mana diantut kebanyakan penduduk di Gorontalo dan penduduk yang ada di provinsi yang berlokasi di Sulawesi bagian utara itu.

“Ini kami kan di sini memang mayoritasnya Muslim. Dan kebetulan saya muslim, memang ya itu sih dalam agama kami memang tak ada perayaan seperti itu. tahun baru kami ya 1 Muharram,” ungkapnya menjelaskan.

Belum lagi ia menambahkan bahwa di perayaan tahun baru, jalanan dipenuhi dengan panggung hiburan yang sering sekali mengganggu lalu lintas dan banyak anak muda yang main petasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *