Perlunya Dukungan Bagi Pemain Sepak Bola Wanita Indonesia

Turnamen sepak bola wanita yang akhir pekan lalu diadakan di Lapangan Aldiron, Jakarta bersama perusahaan asuransi jiwa. Memiliki tujuan dalam membangkitkan terpacunya gairah kompetisi sepak bola wanita di Indonesia. Dan terkait dengan hasilnya, diperolehlah 16 tim yang berperan dalam turnamen. Kemudian, turnamen tadi dimenangkan oleh Tim Footbalicious. Skor yang didapat adalah 2 – 0 mengungguli Tim Uni Papua.

Selama turnamen berlangsung tim – tim sepak bola wanita Indonesia dipantau oleh perwakilan pemandu bakat klub bola Liga Inggris Tottenham Hotspur, yakni Shaun Harris serta Anton Blackwood. Keduanya adalah staf khusus yang ditugaskan untuk melihat bakat – bakat pemain muda di wilayah Asia. Menurut mereka banyak bibit pemain sepak bola wanita di Indonesia yang potensial. Sehingga perlu adanya dukungan dari berbagai pihak untuk memajukannya.

Dukungan yang Diperlukan

Berikut ini merupakan beberapa dukungan yang diperlukan bagi pemain sepak bola wanita di Indonesia;

Dukungan Infrastruktur

Menurut pendapat Anton Blackwood, hal yang paling mendasar atau fundamental adalah perlunya dukungan infrastruktur. Infranstruktur ini terkait dengan lapangan. Lapangan sebagai tempat paling utama dalam bermain sepak bola. Anton melihat bahwa di Indonesia, lapangan sebagian besar masih minim dengan lapangan yang bagus. Sehingga memberikan dampak negative bagi para pemain untuk berkembang menjadi lebih bagus.

Lapangan sepak bola seharusnya representatif bagi kegiatan pertandingan, turnamen maupun latihan. Ciri lapangan yang representatif sendiri yaitu dapat dilihat dari struktur tanah lapangan, rumput lapangan, fasilitas kebersihan, fasilitas pemain, ofisial, serta supporter pun juga harus nyaman, aman, bersih dan layak digunakan.

Dukungan Sport Science

Kemudian, hal pendukung lain juga perlu diperhatikan, seperti sport sciene. Menurut Anton sport science dibutuhkan oleh pemain agar mereka dapat berkembang pesat, disamping dari segi teknik dan skill. Sebenarnya dengan adanya turnamen yang diadakan dan sering diikuti oleh tim – tim sepak bola wanita, akan menambah pengetahuan dan pemahaman mereka tentang olahraga sepak bola itu sendiri. Terlebih lagi jika mereka secara intensif diarahkan dan dibimbing oleh pelatih profesional, maka perkembangannya akan jauh lebih pesat lagi nantinya.

Dana, Dukungan Paling Penting

Salah satu yang masih menjadi perbincangan antara banyak pihak adalah mengenai persoalan dana. Dukungan dana bagi terciptanya klub sepak bola yang bagus tentu sangat dibutuhkan. Hal ini terkait dengan keperluan – keperluan pemain dan pembiayaan dukungan lainnya. Agar dapat merealisasikannya dukungan dana adalah solusinya. Bagi pecinta sepak bola tanah air tentu mengerti bahwa setiap pendirian suatu klub dibutuhkan dana yang tidak kecil, bahkan mereka harus bekerja keras dalam mencari dana guna eksistensi klub mereka. Oleh karena itu, diperlukan manajemen yang baik didalam klub itu sendiri.

Mengenai manajemenklub, ada beberapa tahapan yang seharusnya dilaksanakan, diantaranya adalah Planning, Organizing, Actuating, dan Controling.Layaknya membangun sebuah perusahaan, sebuah klub pun harus memiliki perencanaan matang. Dimulai dari merencanakan visi, misi serta tujuan dibentuknya klub tersebut. Cara mencapai tujuan, menentukan sasaran atau target, perkiraan sumber – sumber daya, struktur formal, serta menentukan strategi bagi keberhasilan dan kemajuannya.

Dalam Organizing pun, kita harus pandai mengendalikan para staf ofisial. Mereka diberikan pembagian kerja sesuai dengan keahliannya serta deskripsi kerja mereka berperan dalam sektor apa saja. Lama waktu dalam bekerja pun harus diperhitungkan. Kemudian Actuating adalah melakukan proses kegiatan kerja yang sudah direncanakan dan diprogramkan. Lalu yang terakhir adalah controlling, artinya perlu ada sistem control atau pengendalian, tujuannya agar pekerjaan dapat dikoreksi bila terjadi kesalahan.

Indonesia Tempatkan 9 Wakil di China Open Super Series Premier 2017

Dilangsungkan di Haixia Olimpic Sports Center di Fuzhou, China sejak Selasa (14/11), China Open Super Series Premier (SSP) 2017 resmi dimulai. Di hari kedua penyelenggaraan pada Rabu (15/11) akan ada sembilan wakil Indonesia berjuang demi keluar sebagai yang terbaik. Sembilan wakil Indonesia itu tersebar di sektor tunggal putra, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.

Hanya saja di hari pertama, Indonesia sudah kehilangan pebulutangkis senior, Sony Dwi Kuncoro. Atlet asal Surabaya itu disingkirkan pemain China, Ren Pengbo dua gim langsung. Dalam pertandingan 47 menit itu, Sony menyerah 16-21 dan 19-21. Cukup menyedihkan karena Sony sempat unggul 16-9 di gim pertama dan membuatnya memelankan tempo permainan yang malah berujung kekalahan.Atas hasil ini, satu-satunya wakil Indonesia yang harus tampil di babak kualifikasi itupun gagal menyusul Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie yang langsung melaju ke babak final.

 

Owi/Butet Tanpa Target, Jonatan Langsung Lawan Lin Dan

 

Dalam pertandingan babak utama hari Rabu (15/11), wakil Indonesia pertama yang berlaga adalah unggulan kedua, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pasangan yang kerap dipanggil Owi/Butet ini bakal menghadapi pasangan ganda campuran asal Denmark, Anders Skaarup Rasmussen/Line Hojmark Kjaerfeldt  yang dimulai pukul 10.45 waktu China.Setelah itu, Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan melawan pasangan Korea Selatan yaitu Kim Hye Rin/Lee So Hee. Disusul oleh Jonatan Christie yang bakal melawan Lin Dan.

Pertandingan keempat adalah Hendra Setiawan/Tan Boon Heong yang melawan pasangan Rusia, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov. Disusul Mohammad Ahsan/Rian Agung dengan pasangan Taiwan, Lu Ching Yao/Yang Po Han. Anthony Ginting akan melawan pemain Hong Kong, Ng Ka Long Angus. Disusul ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto bakal menghadapi wakil China, Zhang Nan/Liu Xuanxuan. Dua pertandingan penutup adalah ganda putra di mana Ricky Karandasuwardi/Anggi Pratama melawan pasangan gadisjp Denmark, Kim Astrup/ Anders dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menghadapi wakil India, Manu Attri/Reddy B Sumeeth.

Sektor yang cukup berat sepertinya bakal dihadapi Jonatan yang langsung berjumpa Lin Dan. Melawan unggulan ketiga, pemain berusia 20 tahun itu dituntut percaya diri. Terakhir kali, Jojo kalah dua gim langsung yakni 14-21, 19-21 pada Australia Open 2017. Pelatih tunggal putra, Hendry Saputra pun berharap jika Jojo tampil ngotot dan ulet supaya bisa mengatur strategi permainan.

Sementara itu Owi/Butet yang usai menjadi menjuarai Prancis Open 2017 bermain tanpa target.Pelatih ganda campuran yakni Richard Mainaky tak mau memberika target kepada Owi/Butet saat main di China dan Hong Kong. Karena memang mereka lebih mengejar gelar juara di World Super Series Final Dubai pada 13-17 Desember 2017 mendatang, seperti dilansir Detik Sport.

 

Menanti Hantaman Marcus/Kevin dan Greysia/Apriyani

Dalam gelaran China Open 2016, Indonesia sendiri sukses keluar sebagai juara umum berkat Marcus/Kevin dan Owi/Butet. Tak heran kalau Marcus/Kevin sepertinya mengincar kemenangan lagi. Apalagi Marcus sempat cedera bahu usai tampil di Denmark Open SSP 2017 yang membuat mereka absen di Prancis Open Super Series (SS) 2017. Kini dengan kondisi Marcus sudah mendekati 90%, dirinya siap tampil maksimal dengan Kevin.

Selain Marcus/Kevin, harapan tinggi juga muncul dari Greysia/Apriyani. Datang sebagai juara ganda putri Prancis Open SS 2017, mereka tentu mengincar kemenangan demi tampil di Final SS Dubai. Semoga saja kedua pasangan ganda terbaik Indonesia ini bisa memberikan kejutan baru di China.